Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

Ternyata Oriflame Bukan Bisnis Yang Mengerikan

Setelah kejebur nyemplung bahkan sengaja ngelelepin diri di kolam bisnis Oriflame selama hampir 4 bulan ini, diriku merasa fine-fine saja, makin kesini malah makin menikmati. Jadi begini ya, sudah bukan rahasia lagi anggapan miring orang-orang tentang bisnis MLM ini, dari banyaknya penolakan orang-orang yang kuajak bergabung untuk sama-sama sukses disini menyiratkan kalau bisnis ini kesannya menyeramkan banget dan bikin begidik sampe kudu dihindari ... alasan mereka hampir seragam ... mereka malas jualan dan malas ngajak-ngajaikn orang untuk bergabung di bisnis ini.


Hihihi ... setelah dipikir-pikir ... dan yang pasti mah setelah dijalanin, bisnis ini gak ada bedanya kok sama bisnis-bisnis perdagangan lainnya. Yang namanya dagang itu kan harus jualan kalau gak mau jualan berarti jangan pernah berpikir untuk menjalankan bisnis apa pun, karena dalam bisnis jasa pun kita harus bisa menjual jasa yang kita tawarkan. Hmmmm ... tapi tunggu duluuuu ... misalkan nih yaa ... kita mau bikin bisnis jasa service kulkas, atau jasa pengeboran sumur, lah kita mesti punya keahlian memperbaiki kulkas atau ngebor sumur dulu dooong, iya gak ? emang kita ahli gitu ? bisa aja sih kita mempekerjakan orang lain yang punya keahlian, artinya kita menggaji karyawan, tapi supaya kita mendapat pelanggan ujung-ujungnya juga kita harus jualan kan ... supaya orang mau memakai jasa kita, iya kaaaan ?


Kalau mau lebih dipikir lagi ya, jalanin bisnis Oriflame ini simple banget ... aku punya pengalaman membuka toko busana muslim empat tahun yang lalu. Terus terang punya toko itu gak gampang, yang dipikirin tuh banyaaaak .... mulai dari harga sewa toko, stock barang, tempat penyimpanan barang, perlengkapan toko, promosi, penentuan harga barang, rekrut karyawan, sistem penggajian karyawan, belum lagi attitude karyawan yang belum tentu sesuai dengan yang kita harapkan, yang paling bikin mikir pastinya mah urusan modaaaal, harus sedia berapa puluh bahkan ratusan jutaaa ,,,, Hadeuuh ... itu semua lumayan menguras energi dan pikiran kita ... Sementara di Oriflame, kita gak perlu mikir macem-macem, produk sudah ada, gak perlu mikir gudang persediaan, gak perlu mikir pengiriman, semuanya sudah diurus sama Oriflame, kita tinggal menjual saja, bahkan untuk mendukung penjualan kita Oriflame menerbitkan katalog yang bagus dan cantik sehingga kita gak perlu berbusa-busa nawarin barang karena katalog Oriflame itu bisa berbicara lho ... hehehe gak bohong lho ... maksudnya, umumnya orang langsung tertarik membeli produk Oriflame begitu melihat gambarnya di katalog saking cantik dan bagusnya desain katalog, dan modal terjun di bisnis ini gak perlu ratusan ribu, puluhan atau ratusan juta, cuma biaya pendaftaran sebesar Rp. 39.900,- mahal gak siy ?


Kalau soal merekrut atau mengajak orang lain untuk ikut bergabung, itu adalah cara sukses di Oriflame karena sistem bisnis ini adalah sistem jaringan. Untuk dapat mencapai level Senior Manager 21% kita hampir pasti tidak dapat menjual 10.000 poin atau Rp. 44 juta sendirian bukan ? Level 21% adalah level aman pertama, bila level ini kita pertahankan selama 6x dalam 12 bulan masa kualifikasi maka kita adalah seorang Director, cash rewardnya Rp. 7 juta, bonusnya minimal Rp. 4-7 juta per bulan, bonus LC Rp. 1 juta plus tiket gratis menghadiri Seminar Director. Itu level aman pertama loh yaaa ... masih ada jenjang karier berikutnya yang menjanjikan penghasilan yang sungguh ajiiib ... Ini bisa kita raih bila kita mengembangkan jaringan, makanya ada istilah sukses bersama-sama karena di sini kita dari awal sudah dikondisikan untuk bekerja bersama-sama, Alhamdulillah ... salah satu cara untuk mendapatkan silaturahim yang penuh kasih sayang, karena satu sama lain saling mendukung, saling mensupport, saling membantu, karena keberhasilan seorang downline adalah juga keberhasilan uplinenya .... duuuh dimana lagi coba kita mendapatkan sesuatu yang kayak gini selain di Oriflame karena bisnis selalu identik dengan persaingan.


Trus ? seremnya di mana ?

Gak ada yang serem kaaaan ? soal menjual produk tinggal kita tawarin aja, soal mengajak orang lain tinggal ajak aja .... hihihi .... memang gak semudah ituuu ... perlu teknik komunikasi yang baik, jangan memaksa atau membuat orang lain terintimidasi. Cool aja, kalau ada yang menolak gak perlu sakit hati tinggal cari orang lain yang mau. Cara-cara yang memaksa dan mengintimidasi itulah sebenarnya yang bikin MLM dihindari banyak orang. Skill berkomunikasi ini memang harus dipelajari dan dilatih, dan eng ing eng ... trainning ini juga disediakan lho oleh Oriflame khususnya oleh dBC Network. Kalau kita kebetulan berdomisili jauh dari Kantor Cabang Oriflame sehingga gak bisa mengikuti trainning offline, kita bisa mengikuti trainning onlinenya dari rumah, bisa sambil tidur-tiduran tuh ikut trainningnya ... hehehe ...


Butuh trainning apalagi ? trainning tentang teknik merekrut ? trainning tentang membentuk mindset yang baik ? trainning tentang cara menghitung performance discount ? bahkan trainning tentang cara berdandan biar cantik juga adaaa ... tinggal kemauan kita mau ikutan trainning atau tidak.


Itulah faktanya ... harus kita akui, kadang kita sendiri yang menciptakan hambatan-hambatan dalam pikiran kita, padahal kesuksesan adalah suatu proses, jadi kalau kita belum jalanin prosesnya tidak ada alasan untuk bilang sulit ...

Masih perlu fakta lainnya ? yuuk jalanin langsung prosesnya bersamaku ...

Minggu, 26 Februari 2012

OTO Dengan Sang Diamond

Tidak semua orang punya kesempatan belajar langsung sama Diamond. Sudah tau kan, kalau Diamond itu levelnya sudah tinggiiiii banget, penghasilannya aja lebih dari Rp. 30 juta sebulan, cash awardnya Rp. 42 juta dan berhak dapet Honda New CRV. Hari Sabtu tanggal 25 Februari 2012 yang lalu ketemuan sama sang Diamond mbak Doris Nasution di kantor Oriflame cabang Sudirman Jakarta untuk OTO (One To One). Emang apaan sih OTO ? hihihihi ... kayak apa bentuknya saya juga belum tau, karena penasaran dan pingin tau, apalagi yang nawarin sang Diamond saya langsung daftar dan bersedia meluncur dari Serang ke Jakarta.

One To One dengan mbak Doris ditemani crossline Aditta

Jadi yang namanya OTO itu kita dibimbing langsung face to face sama upline supaya kita bisa mencapai tujuan kita, dan saya beruntung OTO bersama Diamond, ilmu yang dibagi dagiiing semua, bergizi pokoknya walaupun bikin mules karena saya ditantang untuk meraih mimpi saya dengan cara membuat sendiri target mingguan dan hasilnya bakal ditagih langsung sama beliau untuk dievaluasi. Aaaaaah ... sampe merinding dan deg-degan tapi ini sangat memotivasi dan jadi booster luar biasa buat saya untuk terus berjuang di sini. Inti dari OTO kemarin adalah :

1. Kita harus punya mimpi yang jelas dan detail
Mimpi yang jelas membuat arah kita juga jelas sehingga action yang kita lakukan juga jelas.

2. Konsisten
Jangan pernah bilang gak punya waktu, karena waktu yang kita miliki sama dengan yang lain yaitu 24 jam. Jadi kalau mbak Doris bisa jadi Diamond kita juga bisa, yang penting kita disiplin menjalankannya walopun hanya 2 jam sehari tapi konsisten setiap hari.

3. Jangan takut dan kalah oleh penolakan
Ditolak orang bukan berarti kita gagal, bisa jadi orang tersebut masih gengsi dan ingin mempelajari bisnis kita, jadi jalan aja terus, suatu saat orang-orang yang yang pernah menolak kita akan menghubungi kita begitu menyadari ternyata bisnis ini luar biasa dan dia sudah ketinggalan kereta karena kita sudah jadi Director atau malah sudah jadi Diamond ! hihihihi ....

4. Hadapi cemoohan orang dengan kesuksesan
Orang-orang yang mencemooh kita bakalan seneng luar biasa kalo kita jatuh terjerembab jadiiii jawablah cibiran mereka dengan bukti kesuksesan kita. Pada akhirnya, ujung-ujungnya mereka bakal minta bergabung. Istilah kita sih "cepat atau lambat kamu pasti join dBCN". errrrrrr ... btw yg baca postinganku sudah join beluuum ? buruaaaan ... kereta sudah berangkat looooh

5. Tak perlu putus asa kalau downline kita pada tidur puleeees
Sesuai pepatah "patah tumbuh hilang berganti" kalo ada downline dieeem aja walaupun sudah dicolek-colek gak perlu sakit hati, masih banyak orang yang mau berhasil, cari terus dikedalaman, kalau kita sabar kita bakal dapet leader yang se visi sama kita.

Selain itu mbak Doris juga ngasih tips dan trick supaya saya bisa cepat mengembangkan jaringan. Mau tau ? sabaaaar saya praktekin dulu yah ....

Rabu, 22 Februari 2012

Ini Bukan soal 1 juta, 10 juta, 20 juta dan juta-juta an seterusnya ...

Apa yang sedang kuperjuangkan ?
Ini bukan soal 1 juta, 10 juta, 20 juta dan juta-juta-an seterusnya ...
Banyak orang memandang heran dengan apa yang kuperbuat, bahkan orang-orang dekatku sekalipun, misalnya abah ibuku. Mulai dari saya jualan kupu-kupu di alun-alun kota Serang, buka warung burger, ikut pameran dan bazar di sana-sini, buka toko baju walopun cuma setahun doang, jualan online, angkat-angkat karung ngirim barang ke pelanggan, dan sekarang terjun di MLM Oriflame ...

Saya tau, orang-orang bukan cuma sekedar heran ... tak jarang mereka juga sinis, masalahnya mereka selalu mengkaitkan dengan jabatan pekerjaan yang saya jalani saat ini. Mereka gak habis pikir, masa seorang kepala seksi di DJP masih aja jualan, mereka prihatin dan kasihan "kayak yang kekurangan duit ajaa" atau "masiiih aja ngerasa gak cukup" hihihi ... ngelus dada saya mah kalo mereka berpikir begituh ...

Ini bukan soal 1 juta, 10 juta, 20 juta dan juta-juta an seterusnya ...
Ini more than that ... cuma saya yang tau arti nominal itu di hidup saya, cuma saya yang bisa merasakan kepuasan batin saat saya mampu mengalahkan ego diri saya sendiri, saat saya meruntuhkan rasa gengsi saya karena tersadar kalo kita ini cuma makhluk ciptaan Allah yang sangat bergantung padaNya, saat saya mengumpulkan rupiah selembar demi selembar dengan usaha keras yang halal tapi berasa berkahnya, saat saya mahfum bahwa walopun Allah telah menyediakan rezeki untuk saya tapi kalo saya cuma duduk menunggu maka rezeki itu tak bakalan datang menghampiri, saat saya mengerti bahwa semua yang saya inginkan harus saya perjuangkan ...

Ini bukan soal 1 juta, 10 juta, 20 juta dan juta-juta an seterusnya ...
Saya tidak ingin menjalani hidup begitu-begitu aja. Ini bukan persoalan tidak bersyukur atau tidak menerima hidup apa adanya. Ah, saya justru prihatin pada orang-orang yang berdalih tidak mau neko-neko, menerima saja apa yang sudah diberi oleh Allah, mengalir saja seperti air ... aiiiih pada akhirnya itu menjadi alasan mereka untuk menjadi orang malas dan tak berguna. Sering lihat kan, banyak orang yang menjalani hidupnya hanya sebagai rutinitas saja, bangun tidur trus kerja, nunggu gajian terus belanja, just it ... kalopun ada selingannya paling-paling ngelamun "andai saya punya ini ... andai saya begini begitu ...." kalo ditanya kapan mau naik haji jawabnya kapan-kapanlah, kalo diminta sumbangan langsung pasang muka melas, hihihi ... eh tapi ini beneran realita looh.
Justru karena saya menyadari kalo saya bukan orang yang sangat berlebih maka saya berusaha. Kalo ditanya soal keinginan, saya tak menampik kalo saya pingin jadi orang kaya yang mulia, dan itu tak diharamkan dalam Islam, lah wong kita dianjurkan kok mengejar dunia untuk mengejar akhirat. Memangnya bayar zakat gak pake duit ? memangnya kalo mau sedekah terus-terusan cukup pake senyum ? memangnya mau berangkat haji setor ONH nya pake daun ? hihihihi ... trus, kalo sudah punya keinginan untuk kaya dan melakukan amal baik apakah selanjutnya duduk diam ngarepin mukjizat ? ngarepin dapet lotere ? gimana mau dapet lotere beli kupon aja nggak kok ... ah klise banget yaaa ... basssssiii deh ... ujung-ujungnya nanti korupsiii.
Yang penting mah action ... kalo belum bisa bisnis gede kayak konglomerat ya bisnis kecil-kecilan lah ... kalo belum mampu buka toko ya jualan door to door juga gak apa-apa, semuanya juga mulai dari yang kecil dulu jangan ujug-ujug pengen langsung kaya mendadak, gak perlu mikirin gengsi, aduuuh mau kaya kok gengsian ...orang gengsian mah nggak bakal kaya, tapi orang kaya pasti bergengsi.

Ini bukan soal 1 juta, 10 juta, 20 juta dan juta-juta an seterusnya ...
Pelajaran yang saya dapatkan melebihi dari yang saya peroleh di bangku kuliah karena bisnis bukan melulu teori. Saya belajar praktek langsung soal komunikasi, marketing, manajemen, akuntansi, financing, teknologi informasi dan yang paling penting belajar praktek hidup jadi orang baik, punya niat baik, dengan usaha yang baik, supaya mendapat hasil yang baik. Dan alhamdulillah yaa ... aktivitas ini gak bikin hidup saya jadi menderita .. hahaha, enjoy-enjoy aja tuh malah memberi pengayaan hidup karena saya temenan sama tukang batagor dan tukang kaca mata di alun-alun kota Serang, temenan sama para pelayan toko di Tanah Abang, yang hebat mah temenan sama mentor-mentor bisnis yang hebaaaat ... cihuuy deh.

Truuuuuus ... kalo sudah gak gengsi tapi bingung mau usaha apaan, join aja sama saya di bisnis Oriflame ya, kita enjoy bareng-bareng yuuuuk ...
yuks gabung
disini




Selasa, 27 Desember 2011

Merenda Mimpi Bersama Oriflame

MLM ?
Banyak orang punya persepsi yang kurang bagus tentang MLM, begitupun dengan saya. Padahal MLM bukan hal baru buat saya, saat saya menyelesaikan skripsi saya memilih Multi Level Marketing sebagai materi penulisan skripsi. Buku-buku tentang MLM sudah saya ubek-ubek, bahkan saya sengaja mendaftarkan diri menjadi member beberapa MLM supaya saya punya pemahaman yang mendalam tentang bisnis ini.

Setelah itupun ... saat saya sudah bekerja, saat saya sudah merit, saya sudah beberapa kali keluar masuk menjadi member, selalu tergoda dan terpukau tiap mendengarkan presentasi, tapi setelah itu, saya bingung harus ngapain ... mau jual produk, siapa yg harus ditawarin ? karena saya bukan orang yang pinter jualan. Mau rekrut member siapa yang harus diprospek ? kebingungan-kebingungan ini gak pernah dapet jawaban dari upline, yang terjadi justru upline nayain melulu, sudah order belooooon ? sudah dapat downline beloooon ? aduh resenyaaa ... sampe males jawab smsnya, setelah itu jadi rada anti deh sama yang berbau MLM, saking resistennya saya bahkan bisa mencium gelagat orang yang mau memprospek saya, sebelum dia berbusa-busa ngomong panjang lebar saya langsung tangkis dengan berbagai alasan, kalo lagi males nyari alasan, ya ambil langkah seribu ajaaa ... hihihi

Tapi bulan lalu, tanpa perlu diprospek lagi, dengan senang hati saya bergabung dengan Oriflame. Terinspirasi oleh pengalaman luar biasa mentor saya mbak Doris Nasution yang menapaki bisnis ini dari awal sampai beliau berada di kualifikasi Diamond, penghasilannya saat ini Rp. 30 juta/ bulan, Januari mbak Doris bakal mendapatkan CRV. Hehehe .... bukan Rp. 30 jutanya atau CRVnya yang membuat saya tertarik, tapi spiritnya yang membuat saya merinding, duuuuuh .... hidup kita ini kita sendiri yang menentukan, mau jadi apa kita sendiri yang memutuskan, dan apa pun yang kita inginkan harus kita perjuangkan dengan upaya kita sendiri. Spirit ini memberi saya energi luar biasa, membuat saya bersemangat, dan memendarkan binar-binar di hati saya.

Teknologi internet telah berdampak dramatis bagi MLM Oriflame ini. Jaringannya berkembang dengan cepat, dan saya merasa beruntung menjadi bagian dari jaringan dBCN yang memiliki support system yang kokoh untuk membantu para anggotanya sehingga saya tidak bekerja sendiri dan tidak merasa menjalankannya sendirian. Saya bisa melakukannya secara paruh waktu disamping pekerjaan yang sedang saya jalani saat ini. Gimana nggak, untuk menjaring prospek dBCN telah memberikan website replika untuk saya, jadi saya gak harus bertemu muka dengan prospek, saya gak harus jadi salesman, kegaptekan saya pun bukan menjadi masalah karena dBCN mengajarkan saya kerja cara pintar. Untuk pesan barang saya tinggal order online via http://oriflame.co.id , pembayaran tinggal transfer via ATM, selanjutnya tinggal duduk manis karena barang akan diantar ke kerumah, uhuuuuy ...

Trus ? semudah itukah ?
Ya enggak lah ... hidup itu gak mudah kan ?
"semuanya berawal dari impian dan setiap orang diberikan kemampuan untuk meraih impian mereka. namun, seiring dengan bertambahnya usia, banyak dari kita yang kehilangan impian. Impian kita tidak harus berupa kepemilikan materialistis, impian bisa juga mencakup hal-hal seperti punya lebih banyak waktu dan apa yang ingin kita lakukan dengan waktu tersebut, pekerjaan amal, bisa menolong keluarga dan teman, memuaskan kegemaran atau hobi, bahkan menjadi orang yang lebih baik. Orang-orang sering membuat kesalahan berpikir bahwa impian adalah suatu benda material yang diinginkan, padahal itu hanyalah salah satu aspek dari apa yang bisa kita impikan.
Apapun impian kita, pastikan kita menemukan cara untuk langsung merasakannya sesering mungkin, saat membangun impian seringkali menyebabkan kita menemukan lebih banyak impian lagi, jangan berhenti di sana tapi lanjutkan meraih impian berikutnya". Ini saya kutip dari bukunya Andrew Grifffiths & Wayne Toms, Membangun Bisnis Jaringan, keren ya ?

Saat ini, saya sudah memutuskan untuk keluar dari zona nyaman, artinya melakukan hal-hal yang membuat saya merasa tidak nyaman atau terasa sulit dan menantang. Tapi jika dilakukan cukup sering hal-hal tersebut mulai terasa nyaman dan membentuk zona nyaman baru yang lebih luas. Jadi tidak ada alasan untuk tidak bergembira. Saya sedang berkembang dan melakukan sesuatu yang tidak siap dilakukan oleh sebagian orang. Walaupun sulit, saya harus mengerti bahwa dengan melakukannya berarti saya telah membuat langkah besar untuk meraih kesuksesan. Apakah saya akan sukses? Kita tidak akan pernah tahu apakah kita akan sukses jika kita tidak pernah mencobanya.
Bagaimana dengan teman-teman, mau bergembira meraih sukses bersama saya? yuks gabung
disini




Selasa, 16 Desember 2008

Bisnis Itu Gak Gampang, man ...

Siapa bilang bisnis itu mudah ?
Dapet ide usaha, punya modal, action buka usaha, trus sim salabim adakadabra ! Sukses ! begitu ?

Sejak memiliki ketertarikan dengan bisnis, saya jadi suka mengamati, terutama usaha-usaha yang baru dibuka, kebetulan kantor saya berada di daerah pusat perdagangan di kota Cilegon. Jadi tiap hari saya bisa mengikuti perkembangan usaha-usaha tersebut. Dari sekian banyak pelaku usaha yang saya amati, faktanya lebih banyak yang bertumbangan daripada yang bertahan dan sukses.

Sebulan sebelum puasa, di depan kantor saya dibuka toko yang konsepnya mirip toko serba lima ribu. Design toko lumayan rapi, produknya banyak, karyawannya 3 orang, saya yakin modalnya lumayan gede. Pada awal dibukanya, toko tersebut mendapat kunjungan yang lumayan, termasuk saya tentunya, tapi setelah minggu pertama karyawannya lebih banyak bengong karena gak ada lagi orang yang masuk toko, tepat sebulan setelah lebaran, plang toko diturunkan, toko tersebut ditutup menyusul rumah makan bakmi disebelahnya yang sudah duluan tamat riwayatnya karena dari sejak dibuka sampai tutup cuma satu dua orang aja yang beli.

Awal bulan Desember toko yang menjual cemilan seharga Rp. 3000/bungkus juga ditutup. Padahal toko itu baru sebulan dibuka. Minggu kemarin, toko sepatu yang baru buka sebulan yang lalu juga ikutan tutup karena si empunya toko selama sebulan hanya duduk diam termangu menanti pembeli yang tidak kunjung datang.

Bussines .. what a wonderful this word !
Bisnis itu begitu mempesona, memiliki daya tarik yang luar biasa ... sungguh !
Tapi bisa dibilang bisnis juga suatu misteri dan diluar kuasa manusia. Sekalipun kita sudah punya bussines plan yang top margotop, yang diatas kertas tingkat optimistiknya 99%, bisa jadi begitu dijalankan ternyata mental .. rugi .. bangkrut ..

How can that be ? Itulah realitas hidup, bahwa kita hanya manusia biasa yang hanya mampu membuat rencana. Sesungguhnya dalam bisnis ada iman. Dalam bisnis kita harus percaya pada Allah, bahwa Allah lah yang menentukan rezeki kita. Dan ternyata iman saja pun belum cukup, karena dalam bisnis mutlak harus ada ikhlas. Ikhlas menerima ketentuan-Nya kalo dagangan kita gak laku-laku, ikhlas kalo kita ternyata harus rugi ..

So, temans yang ingin berbisnis ... siapkan iman kalian dan belajarlah ilmu ikhlas ...

Kamis, 27 November 2008

Cabe Rawit Ulang Bulan ke 3

Tanggal 26 Nopember kemaren Cabe Rawit berulang bulan yang ke 3. Sebenarnya kalo dari efektif beroperasinya sih baru 2 bulan karena sempat libur alias tutup selama sebulan sejak Lebaran.

Kalo mau di ibaratkan, Cabe Rawit masih orok bangets ... terus terang, saya merasa belum waktunya untuk melakukan evaluasi, yang saya lakukan justru terus menerus mengapgrade Cabe Rawit. Dengan team yang baru, spiritnya juga baru, kalo sebelumnya Cabe Rawit fokus pada kebutuhan anak-anak muslim, kini Cabe Rawit juga melengkapi koleksinya dengan jilbab-jilbab pilihan mulai dari Rabbani, El Zoya, Swarna, dan Arrina. Penambahan koleksi ini juga sedikit merubah desain dan lay out toko. Jadi sekarang Cabe Rawit kelihatan lebih cantik dengan display jilbab-jilbabnya. Fotonya nyusul aja yah ...

Jumat, 31 Oktober 2008

Cabe Rawit Buka Lagi

Horee Cabe Rawit hari ini buka lagi ... !!
Setelah selama sebulan libur sejak Lebaran, kini hadir kembali menyapa para pelanggan. Kok lama banget liburnya ??? hehehe, banyak sebabnya ... yang pertama, karyawan yang jaga toko pas Lebaran kemaren pamit mo resign karena sudah dapet kerjaan di hotel, yang kedua, saya liat kondisi pasar setelah Lebaran sangat sepi, maklum pas ramadhan kemaren orang-orang kan sudah pada belanja baju, jadi saya gak terlalu kesusu nyari pengganti karyawan toko.


Urusan mencari karyawan juga ada ceritanya, adik saya yang seorang guru di SMK berusaha membantu karena banyak muridnya lulusan SMK yang belum kerja. 2 minggu yang lalu sudah ada mantan muridnya yang butuh sekali pekerjaan untuk membiayai adiknya sekolah, disepakati janjian di toko, tapi 2 hari ditunggu-tunggu anaknya gak nongol-nongol, saya sampe ilfil dibuatnya ... Papa ikut membantu mencari karyawan di sekitar rumah, pertimbangannya supaya lebih mudah mengontrol dan senang aja kalo bisa memberi pekerjaan pada tetangga dekat, tapi ternyata kebanyakan orang-orang dekat rumahku lulusan SD yang gak lancar baca tulis ... Suatu hari, jam 5 subuh dateng ibu-ibu ke rumah mengajukan diri untuk menjaga Cabe Rawit. Surprised juga ... ibu itu selama ini kerjanya jadi tukang cuci di rumah tetangga, bukan bermaksud mau underestimed sih ... tapi yang saya cari kan penjaga toko yang mewakili images Cabe Rawit sebagai moslem distro, tapi saya gak ingin mematahkan semangat sang ibu, akhirnya saya bilang oke, tapi harus ditest dulu kemampuan matematikanya, ngitung diskon dan bikin nota. Karena pagi itu saya harus ngantor jadi disepakati test nya nanti malem setelah isya.
Akhirnya .... ditunggu-tunggu .... sampe jam sebelas malem ibu itu gak keliatan batang hidungnya.

Untungnya selama toko libur dan selama proses pencarian karyawan baru order online jalan terus, banyak permintaan dari Jakarta, Makassar dan Pekanbaru. Alhamdulillah ... Hari Rabu adik saya SMS, dia dapat calon lagi untuk karyawan toko, anak lulusan SMK. Hari Kamis kami janjian ketemu, wawancara sedikit, dan saya sreg sama anak ini. Sopan, gesit, dan punya pengalaman sebagai karyawan toko. Malahan dalam 2 jam uji coba, dia sudah membukukan transaksi penjualan. Sepasang sandal kartun dan 2 pcs selimut jepang berhasil terjual.

Hari ini Cabe Rawit dengan spirit baru, team baru, go go go !

Kamis, 04 September 2008

Ganti Itu Dari Allah

"Barang siapa Kuambil dua kekasihnya (matanya) tetap bersabar, maka Aku akan menganti kedua (mata)nya itu dengan surga" (Al-Hadist).

"Barang siapa Kuambil orang yang dicintainya di dunia tetap mengharapkan ridhaKu, niscaya Aku akan menggantinya dengan surga" (Al-Hadist).

Allah tidak pernah mencabut sesuatu dari Anda, kecuali Dia menggantinya dengan yang lebih baik. Tetapi, itu terjadi apabila Anda bersabar dan tetap ridha dengan segala ketetapan-Nya.

Betapapun, kita harus selalu melihat dan yakin bahwa dibalik musibah terdapat ganti dan balasan dari Allah yang akan selalu berujung pada kebaikan kita.

Wahai orang-orang yang tertimpa musibah, sesungguhnya tak ada sesuatupun yang hilang dari kalian. Kalian justru beruntung karena Allah selalu menurunkan sesuatu kepada para hamba-nya dengan "surat ketetapan" yang disela-sela huruf kalimatnya terdapat suatu kelembutan, empati, pahala, ada balasan dan juga pilihan. Maka itu siapa saja yang tertimpa musibah yang hebat, ia harus menghadapinya dengan sabar, mata yang jernih, dan pola pikir yang panjang. Dengan begitu, ia akan menyaksikan buah manis dari musibah itu.

Kalimat-kalimat itu saya dapatkan dari buku "La Tahzan". Alhamdulillah dapat menguatkan hati saya, karena belum lama saya mendapat musibah, tepatnya 5 hari setelah toko Cabe Rawit dibuka, ada orang yang tega menipu dengan mengambil barang-barang dagangan di toko yang nilainya mencapai lebih dari Rp. 5 juta.
Masya Allah, Astagfirullah .... kejadian ini jangan sampai membuat langkah saya terhenti, jangan sampai membuat saya bersedih lalu menyerah, saya harus sabar dan saya harus yakin kalo ini adalah ujian dari Allah. Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk selalu berhati-hati dan tawaqal. Insya Allah ... Amien.

Rabu, 06 Agustus 2008

Progress Persiapan Buka Toko

Waduh, sudah bulan Agustus nih ... targetnya pertengahan Agustus Cabe Rawit Offline harus sudah launching. Sebetulnya saya terus bergerak sih, lokasi toko sebetulnya sudah ada bahkan sudah negosiasi. Kebetulan di kompleks Mesjid Agung Serang baru selesai dibangun kompleks toko sebanyak 10 toko. Lokasinya di pinggir jalan protokol, dan kalo bulan ramadhan mesjid ini disesaki banyak orang dari pagi sampe malam karena sepanjang jalan ini bakal banyak pedagang kolak dan bukaan.
Tapi mungkin ini bukan rezeki saya setelah diminta menunggu sampe 2 minggu pihak pengelola dengan berat hati memberi khabar bahwa saya bisa sewa toko disana kalo saya tidak jualan baju muslim. Lho kok ? rupanya penyewa yang sudah duluan menempati kompleks itu yang kebetulan juga jualan baju muslim keberatan kalo ada pihak lain yang jualannya sejenis (padahal barangnya belum tentu sama loh .. ). Akhirnya saya putuskan untuk mencari tempat lain aja deh ... hiks.

Walopun belum dapat lokasi yang baru, saya gak berhenti bergerak. Saya sudah berhasil mendapatkan contact person distributor baju muslim anak KEKE untuk wilayah Banten, keinginan saya untuk menjadi agen KEKE disambut baik, sekarang saya sedang menunggu produk KEKE yang masih disiapkan oleh sang distributor. Kemarin permohonan saya jadi agen POETI pun telah di acc, bahkan kemarin barangnya sudah dikirim. Disela-sela kesibukan kerja di kantor saya pun telah menyiapkan list belanja karena hari Sabtu besok rencananya saya mau ke TA untuk kulakan DANTY, GHIAN, Baju renang, dan Jilbab. Wuih banyak juga nih barang baru yang bakal tiba. Padahal stok yang ada sekarang aja sudah memenuhi ruangan di rumah.

Untungnya saya seneng-seneng aja liat barang yang numpuk itu. Kalo dulu liat ada barang jualan belum terjual rasanya kok panik, khawatir dan cemas. Kalo sekarang sudah bisa nyantai. Apalagi saya mulai tune in dengan bisnis online Caberawit. Pokoknya bismillah .... pasti habis terjual ... yang penting action miracle happen.

Senin, 21 Juli 2008

Saya Harus Segera Bergerak

Hari ini saya baru sadar, kalo banyak sekali yang belum saya lakukan untuk bisnis saya. Sudah hampir sebulan saya absen ngelapak di Alun-alun, rencana bikin toko offline Cabe Rawit Distro belum juga terealisasi. sudah dua minggu ini soft launch toko online caberawitdistro.blogspot.com. tapi saya gak serius menggarapnya. Waduuh kalo gini gimana bisnis mau maju, neng ... tiap hari bisanya kok cuma kepengen aja tapi aksinya malah Nol gede ...

Ok, saya harus fokus lagi, gak boleh males-malesan, rencana dan targetnya harus jelas.
1. Realisasikan toko offline Cabe Rawit Distro karena bulan September sudah masuk bulan Ramadhan, jadi, paling lambat pertengahan bulan Agustus 2008 Cabe Rawit Distro sudah jalan, berarti minggu ini harus hunting lokasi. Catat, catat ya.
2. Finishing toko online caberawitdistro.blogspot.com. karena masih banyak produk yang belum di foto. Baju renang muslim anak, baju muslim anak dan jilbab anak minggu ini kudu kelar difoto (yang ini jelas minta tolong si papa).
3. Persiapan kue kering Lebaran. Awal Agustus 2008 sudah selesai bikin sample cookies lebaran, karena Lebaran 2008 Puan Cookies akan hadir kembali menggebrak dunia perkuekeringan di Serang (gubrak ...! hehe)

Go ! Go ! Let's go Wirausaha !



Kamis, 10 Juli 2008

Semangat Lagi

Sudah lama gak nulis .... sengaja take a rest setelah mengikuti pameran MTQ Nasional XXII di Banten tanggal 17-24 Juni 2008

Terus terang acara pameran yang 8 hari itu telah menguras habis energi saya, sampe 2 minggu ini saya lebih banyak istirahat sambil mengevaluasi. Terus terang keikutsertaan pameran MTQ ini bisa dibilang gagal tapi tidak gagal. (???). Iya dibilang tidak gagal karena stand saya tiap hari penuh disesaki oleh pengunjung silih berganti. Pengunjung yang lewat bisa dipastikan akan masuk ke dalam stand atau minimal berhenti sejenak untuk memandangi produk-produk yang saya display, berarti saya berhasil kan menarik perhatian pengunjung ... cuma sayang .... saya gagal memenuhi target penjualan yang telah saya canangkan ... hehehe ... tau gak pengunjung tuh maunya nawar murah mulu gak peduli barangnya bagus sekalipun. Naah sekalipun kita sudah kasih harga murah ya ditawar lagi sampe ke harga yang gak masuk akal. :)

Yang jelas masih terasa sisa keletihan karena full delapan hari saya ikut nongkrongin stand ditambah rasa sedih karena target saya meleset jauuh dibawah harapan. Kalo mo diturutin rasanya 2 minggu masih belum cukup untuk istirahat. Tapi saya harus paksain diri, karena hari ini saya baru dapat sentilan keras dari guru bisnis saya Pak Hadi, bahwa saya gak boleh menganggap ini sebagai kegagalan karena kalo saya menganggap ini sebagai kegagalan maka akan ada kegagalan-kegagalan yang lain. Beliau mengingatkan saya bahwa kalo mau jadi pedagang saya harus cool dan santai gak boleh stress ...

Ok Pak .... saya siap lagi untuk action ... let's go wirausaha !!!

Jumat, 06 Juni 2008

Belajar Jadi Pengusaha, Buka Toko

Setelah sukses ikutan bazaar di SD Al Azhar bulan Mei 2005, saya jadi tambah bersemangat untuk berbisnis. Terus terang, semuanya mengalir begitu saja ... sepertinya Allah memudahkan jalan saya untuk belajar bisnis. Gak lama setelah event bazaar itu tiba-tiba aja saya melihat ada toko kecil disewakan dipinggir jalan kompleks perumahan saya, kurang lebih 200 m jaraknya dari rumah, di dekat toko itu juga ada sekolah SD, SMP dan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Serang.

Kalo dipandang-pandang, kayaknya lokasinya strategis banget, kalo pagi dilewati anak-anak sekolah, para pegawai Dinas Pendidikan, dan para penghuni kompleks. Gitu juga kalo siang, mereka pulang pasti melewati toko itu. Waktu saya diskusikan sama suami, beliau sih setuju-setuju aja, cumaan suamiku mau tempat itu dijadikan bisnis warnet, terang aja saya keberatan ... wong saya baru demen-demennya jualan kupu-kupu sama blazer gitu loh ... Akhirnya kami rembugan, harus ada produk yang bisa mendongkrak toko kami, kalo cuma jualan kupu-kupu dan blazer kami takut nanti toko kami cuma sepi-sepi aja ... (ceile sudah bilang toko kami, padahal tuh toko belum kami sewa, hehehe). Tiba-tiba aja jadi ingat obrolan saya sama teman kantor 2 bulan yang lalu soal Edam Burger yang menawarkan paket franchise. Waktu itu sih saya gak menanggapi, wong syaraf bisnis saya belum nyambung jeh ... Aha ! kayaknya cocok tuh kalo didepan toko ditaruh Edam Burger, biar orang-orang tertarik mampir, apalagi anak-anak SMP kan lagi doyan-doyannya jajan yang begituan.

Akhirnya saya kontak teman kantor untuk minta informasi soal franchise Edam Burger. Dikasih alamat master franchisenya untuk kota Serang. Tanpa ditunda-tunda kami langsung datangi master franchise dan menyatakan niat kami untuk jadi fanchisee Edam Burger. Tau gak ,,, dengan pedenya kami langsung tanda tangan kontrak dengan pihak master franchise padahal kami belum sewa tuh toko ... pokoknya yang penting action aja. ya khan ...

Selesai urusan dengan Edam Burger, kami baru datangin Pak dan Ibu Haji yang punya toko itu. Kebetulan beliau2 ini adalah teman pengajian ibu bapak saya, jadi urusannya gak belibet, setelah tanya ini itu akhirnya terjadilah akad sewa toko untuk setahun dengan biaya sewa Rp. 3,5 juta/tahun terhitung tanggal 6 Juni 2005.

Sekarang persiapan untuk benah-benah dan ngisi toko. Secara ini adalah bisnis kecil, pemula pula ... persiapannya gak terlalu heboh. Beli manekin, gantungan stenlis, hanger, breket, kaca, pesen etalase, tirai untuk ruang ganti, plang nama, beli ember, pel2an, kemoceng, kursi, belanja barang jualan, alat tulis, nota, wuiih ... ternyata banyak juga yang harus disiapin ... padahal saya dan suami dari pagi sampe sore sibuk urusan kerjaan TDB. Jadinya kami baru bisa ngurusin toko malem2 atau pas hari Sabtu Minggu.


Toko Pertamaku...

Alhamdulillah kurang lebih seminggu melakukan persiapan, toko sudah siap dibuka, gerobak Edam juga sudah datang. Saya ambil cuti 3 hari untuk mengawal pembukaan toko. Yang Jagain toko siapa dong ? Kebetulan saya punya 2 asisten rumah tangga, yang kebanyakan nganggur di ruman karena anak-anak sudah mulai besar. Si bungsu malah tahun itu sudah masuk sekolah play group, jadi kami sepakat mereka bergantian, satu orang jaga toko satu orang jaga rumah, tentunya dengan kenaikan gaji yang lumayan membuat mereka happy.

Senin tanggal 17 Juni 2005 jam 9.00 WIB toko kami buka dengan nama "PUAN Fashion & Craft". Nama Puan diambil dari nama anak kami yang bungsu. Jualan fashion kok ada burger ? "Wes ben ... ben .... seng penting iso dhodholan ...!" hahaha ... dan ternyata perkiraan kami bener tuh ... gerobak Edam Burger yang lumayan eye cacthing menarik orang untuk datang, dan sambil menunggu burger pesanannya mereka melirik ke dalam toko, akhirnya melangkah masuk, lihat-lihat, pegang-pegang, dan .... keputusan ditangan pembeli tentunya ...

Hari pertama pembukaan toko benar-benar membuat kami tak henti-henti bersyukur. Yang datang mengunjungi toko lumayan banyak, anak sekolah, orang kantoran, ibu-ibu, bapak-bapak. Mereka yang lewat rata-rata mampir ke toko, walopun cuma lihat-lihat saja. Tapi itu sudah cukup membuat kami senang, artinya keberadaan kami disadari oleh mereka, dan mereka penasaran ingin lihat.

Jam 19.00 WIB toko kami tutup. Alhamdulillah hari pertama buka toko kami sudah dapat membukukan penjualan burger 12 pcs, tas 1 pcs, kupu-kupu 9 pcs, dan tempelan kulkas 3 pcs.

Tapi sayang ... toko ini cuma bisa bertahan selama 6 bulan. Padahal omset toko lumayan, profit juga ada, tapi karena para asisten saya pada bermasalah saya putuskan untuk menutup dulu toko sampe ..... sekarang .... hehehe.

Senin, 19 Mei 2008

Saya Ingin Jadi Pengusaha

Keinginan yang gak pernah terpikirkan sebelumnya ... maklum saya lahir dari keluarga pegawai negeri. Saya anak ke 7 dari 9 bersaudara. Bapak saya pegawai negeri, 3 kakak kandung dan 4 kakak ipar saya pegawai negeri, 2 adik kandung dan 1 adik ipar saya juga pegawai negeri, bahkan saya sendiri dan suami saya adalah pegawai negeri. Jadi menjadi pengusaha adalah hal yang mustahil dan ajaib di keluarga saya. Sepertinya kami punya semboyan menjadi abdi negara sepanjang hayat.

Mindset ini begitu kuat tertanam di benak saya, sampai saya bertemu dengan senior saya di kantor, uda Neldi, orang awak yang punya usaha garmen blazer dan rumah makan Padang. Beliau gak bosan-bosannya meracuni pikiran saya agar mau berbisnis, walopun sering saya tolak mentah-mentah.

Titik balik itu terjadi pada tahun 2005, saya dan suami mengunjungi Inacraft di JCC, waktu itu sedang tren hiasan kupu-kupu, suami melontarkan ide memborong kupu-kupu untuk dijual lagi di Serang, tanpa pikir panjang lagi saya setujui ide suami, dan besoknya saya sudah menggelar dagangan kupu-kupu di kap mobil di Alun-alun kota Serang. Itu pun sebelumnya didahului oleh keraguan dan tubuh yang bergetar " apa iya saya mo jualan di sini, disebelah tukang bubur ayam ? gimana kalo ketemu temen atau saudara, apa gak malu ?" tapi belum selesai dengan keraguan itu, tiba-tiba saya tersadar saya sudah dikerubuti oleh ibu-ibu, anak-anak, dan remaja-remaja yang sangat antusias membeli kupu-kupu dagangan saya. Hanya dalam tempo 1,5 jam dagangan saya habis terjual !.

Besoknya saya cari uda Neldi, saya nyatakan keinginan saya untuk bekerjasama menjual produk blazernya, walaupun setengah tak percaya uda Neldi menyambut baik perubahan sikap mentalku, dan beliau memberi pesan ampuh yang masih kuat nempel di kepala saya "Lin, orang bisnis itu seperti petani, nanemnya sekarang panennya 6 bulan kemudian, jadi jangan berharap besok langsung sukses ya, semua perlu proses".
Oke, uda ... sejak saat itu pandangan hidup saya berubah hampir 180 derajat.